
Jakarta (04/02/2026) – Dalam komitmen memperkuat ekosistem sertifikasi halal nasional, Ketua Halal Center Universitas Muhammadiyah Palopo (UMPalopo), Muhammad Yusuf, turut serta dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Lembaga Pendamping Proses Produk Halal (LP3H). Kegiatan ini berlangsung selama tiga hari, mulai 2 hingga 4 Februari 2026, di Hotel Grand Mercure Jakarta Kemayoran, dan dihadiri oleh ratusan ketua LP3H/ Halal Center dan perwakilan lembaga mitra dari seluruh Indonesia.
Pembukaan acara secara resmi dilakukan oleh Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Pusat Ahmad Haikal Hasan, yang menekankan urgensi kolaborasi lintas lembaga untuk menghadapi era Wajib Halal. Rakornas ini bukan sekadar pertemuan rutin, melainkan platform strategis yang dirancang khusus untuk mempercepat sertifikasi halal bagi pelaku usaha mikro kecil (UMK) melalui skema Self Declare. Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan mengoptimalkan kinerja LP3H sepanjang tahun 2026, memastikan layanan halal semakin efisien dan inklusif.
Sepanjang Rakornas, peserta disuguhkan arahan mendalam dari para ahli BPJPH dan narasumber terkait. Materi pembekalan yang komprehensif mencakup Strategi Percepatan Sertifikat Halal, Program SEHATI 2026 yang menjadi andalan pemerintah untuk harmonisasi sertifikasi, serta persiapan Wajib Halal yang akan diberlakukan penuh mulai Oktober 2026. Topik lain yang dibahas termasuk Halal MAX sebagai inovasi maksimalisasi layanan, kampanye Hidup Bermakna dengan Menjadi Satria Halal untuk membangun kesadaran masyarakat, dan Evaluasi Kinerja LP3H guna mengukur pencapaian serta perbaikan ke depan.

Salah satu momen puncak adalah pengumuman P3H Terbaik dan Video Testimoni Terbaik terkait Wajib Halal Oktober 2026. Penghargaan ini tidak hanya menghargai kontribusi luar biasa para lembaga, tetapi juga memotivasi peserta untuk terus berinovasi dalam menyebarkan manfaat sertifikasi halal ke masyarakat luas.
Muhammad Yusuf, yang juga merupakan Ketua Program Studi Pendidikan Agama Islam sebagai perwakilan dari UMPalopo, menyambut baik isi Rakornas. “Kegiatan ini memberikan wawasan komprehensif yang akan kami terapkan langsung di Halal Center kami. Khususnya, skema Self Declare akan kami optimalkan untuk membantu UMK lokal mendapatkan sertifikat halal dengan cepat dan murah, sejalan dengan semangat optimalisasi LP3H 2026,” ungkapnya. Ia juga menyoroti potensi besar Muhammadiyah dalam dakwah halal melalui pendidikan dan pengabdian masyarakat.

Rakernas LP3H 2026 ini diakhiri dengan kesepakatan bersama untuk mempercepat adaptasi industri terhadap regulasi halal. Dengan dukungan penuh pemerintah, diharapkan Indonesia mampu menjadi pemimpin global di sektor ekonomi halal, di mana UMK tidak lagi terpinggirkan melainkan menjadi garda terdepan dalam rantai pasok halal berkelanjutan. Selain itu peran kampus Muhammadiyah dalam mendukung agenda nasional ini, membuka peluang kolaborasi lebih luas antara akademisi, pemerintah, dan pelaku usaha untuk mewujudkan Indonesia Halal yang inklusif.
Penulis: Muhammad Yusuf
Penyunting: Aliyah Astari

